‎Sandiwara atau Operasi Bocor.? Gerebek Sabung Ayam Ngadiluwih Polres Kediri Gagal Total Tangkap Pelaku

Kediri – Publik kembali disuguhi tontonan klasik yang mengusik akal sehat. Operasi penggerebekan gelanggang judi sabung ayam di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, oleh personel gabungan Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih berakhir dengan antiklimaks yang menggelitik, yakni barang bukti luluh lantak, namun pelakunya licin bak belut.

‎Langkah petugas yang turun ke lapangan patut diapresiasi secara formalitas, namun hasil di lapangan justru memicu kecurigaan publik. Bagaimana mungkin sebuah operasi yang melibatkan personel gabungan gagal mengamankan satu pun aktor intelektual maupun pemain di lokasi.

‎Keberhasilan polisi membongkar arena dan mengamankan sarana judi di Mangunrejo seolah menjadi narasi tunggal untuk menutupi kegagalan utama Penangkapan.

‎Fenomena lokasi yang mendadak sepi saat petugas datang memperkuat dugaan adanya kebocoran informasi yang sistematis.

Apakah intelijen kepolisian kalah langkah dari informan bandar, ataukah ada lampu kuning yang sengaja dinyalakan sebelum sepatu lars menyentuh lokasi?

‎Menghancurkan kurungan ayam dan membakar sarana judi tanpa menangkap pemilik modal adalah ibarat memotong rumput tanpa mencabut akarnya.

‎Esok hari, mereka bisa membangun kembali arena yang lebih tersembunyi dengan modal yang tidak seberapa dibanding omzet perjudian yang diraup selama ini.

‎Kekecewaan mendalam pun pecah di kalangan warga. Seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa penggerebekan tanpa penangkapan ini hanya menambah daftar panjang ketidakpercayaan publik.

‎”Kami sudah bosan melihat drama seperti ini. Polisi datang, lokasi kosong, lalu pulang bawa laporan sukses. Kalau memang serius, tangkap bandarnya, bukan cuma bakar kayu dan kurungan ayamnya. Kami curiga ini hanya sekadar formalitas biar terlihat kerja di mata pimpinan, padahal bandarnya masih bisa kopi darat dengan tenang di tempat lain,” cetus warga dengan nada geram.

‎Polisi adalah pelindung masyarakat, bukan aktor dalam panggung sandiwara penegakan hukum. Jika penggerebekan tanpa penangkapan terus menjadi pola, maka wajar jika persepsi publik mengarah pada tudingan adanya main mata atau sekadar penggugur kewajiban administratif demi menjawab keresahan warga.

‎Publik tidak butuh foto petugas di depan tumpukan kayu yang terbakar. Namun Publik butuh melihat para mafia judi memakai rompi oranye dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

‎Mangunrejo sudah digerebek, tapi keadilan belum tegak sepenuhnya selama sang bandar masih bisa tidur nyenyak di rumahnya.

Tinggalkan Balasan